Apa dan Bagaimana Mengatasi Coprophagia Dog

Sebagian pemilik anjing sering memiliki kekhawatiran pada habit atau kebiasaan makan anjingnya yang sedikit aneh : suka memakan kotoran. Tentu terlihat menjijikkan bukan,? namun selain menjijikkan, apakah adakah pengaruh buruknya pada kesehatan?

Coprophagia


Kebiasaan anjing makan kotoran disebut COPROPHAGIA atau COPROPHAGY. Sebenarnya kebiasaan ini merupakan naluri normal yang dimiliki semua anjing dan beberapa spesies hewan lainnya sehingga jika anjing anda melalukan hal ini sesekali maka hal ini masih boleh dimaklumi.

Namun demi alasan kebersihan dan kesehatan, pemilik tetap harus mengetahui apakah sebenarnya coprophagia ini? mengapa kebiasaan ini bisa timbul? Seberapa burukkah untuk kesehatan puppy? Serta bagaimana untuk mengendalikan kebiasaan ini.

Coprophagia : Normal Behavior


Tidak semua coprophagia merupakan suatu kelainan. Contoh coprophagia yang normal antara lain :
  1. Kebiasaan normal puppy.
    Bagi puppy (anak anjing), semua hal akan terlihat baru dan menarik sehingga puppy cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi serta ingin mengeksplor lingkungan sekitarnya dengan cara memainkan bahkan memasukkan semua hal ke dalam mulutnya, termasuk juga kotorannya sendiri atau bahkan kotoran hewan lain. Sangat penting untuk melatih puppy sejak dini supaya tidak memiliki kebiasaan ini ketika ia dewasa kelak.
  2. Kebiasaan normal induk terhadap anak- anaknya.
    Coprophagia menjadi sesuatu yang normal jika dalam situasi induk yang sedang membersihkan tubuh anak - anaknya dari kotoran karena dibawah umur 3 minggu puppy belum bisa membersihkan kotorannya sendiri. Memakan/membersihakan kotoran puppy bagi induk bertujuan pula untuk membersihkan kandang sehingga menjauhkan predator. Selain tujuan sanitari, proses menjilat tubuh puppy oleh induk juga diperkirakan sebagai salah satu cara induk untuk membangkitkan reflek defekasi pada puppy.

Selain dua situasi diatas, coprophagia yang tidak normal bisa disebabkan karena hal – hal dibawah ini
  • Ketidakseimbangan gizi
    Karena anjing mengalami kekurangan beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya, secara naluri ia akan mencari sumber gizi selain dari pakannya untuk melengkapi nutrisi yang ia perlukan. Keadaan ini menjadi tidak baik ketika ia menemukan “pelengkap” nutrisinya tersebut berasa dalam kotoran. Beberapa penelitian menunjukkan kekurangan vitamin B1 dan beberapa mineral adalah salah satu penyebabnya.
  • Bosan
    Saat anjng merasa bosan karena seringnya ditinggal sendirian dirumah, jarang ada kontak dengan pemilik, jarang diajak main, atau juga di kurung dalam kandang terus menerus. Kurangnya stimulus, olahraga dan bermain merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kebiasaan buruk ini.
  • Takut pada pemilik
    Pemilik terlalu keras ketika anjing sedang dalam masa toilet training sehingga karena karena takut kena marah / hukuman dari pemilik maka anjing akan memakan kotorannya sendiri.
  • Stress
    Saat anjing merasa gelisah, cemas dan beberapa pemicu stress yang lain.
  • Meniru kebiasaan pemilik
    Anjing adalah hewan yang pintar. Ia bisa meniru apa saja yang dilakukan pemilik, bahkan ketika pemilik sedang membersihkan kandang.

Kenapa coprophagia harus dihilangkan?

Kotoran / feses merupakan hasil akhir dari proses pencernaan tubuh. Tentu saja di dalamnya terdapat banyak zat buangan yang tidak lagi diperlukan tubuh. Sehingga tentu saja hal tersebut akan berbahaya jika sampai masuk lagi ke dalam tubuh. Selain itu feses adalah salah satu alat penyebaran bibit penyakit yang paling umum. Berbagai jenis parasit seperti cacing dan protozoa, bakteri dan virus dapat ditularkan dengan mudah melalui feses.

Bagaimana solusi mengendalikan coprophagia?

Cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan coprophagia ini adalah dengan menganalisis terlebih dahulu kira – kira apa penyebab utama dari timbulnya kebiasaan ini. Jika sekiranya anjing anda kurang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup maka penuhilah makanannya dengan makanan yang seimbang.

Makanan Sehat Untuk Anjing

Selain itu, jika sekiranya karena bosan maka ajaklah ia bermain, dan sebagainya. Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter hewan anda untuk menentukan cara terbaik untuk mengatasi coprophagia.
  1. Berikan makanan yang sehat dan seimbang. Berikan semua nutrisi yang ia butuhkan sehingga sistem pencernaannya akan terjaga.
  2. Jadwal makan yang konsisten dan mengawasi saat anjing sedang buang air besar. Jadwal makan yang teraktur akan membuat jadwal buang air besar yang teratur pula sehingga memudahkan pemilik untuk melakukan pengawasan.
  3. Latih anjing dan buatlah dia sibuk agar tidak bosan.
  4. Menjaga lingkungan tetap bersih.
  5. Ajarkan kata perintah “Jangan” atau “Tinggalkan” : untuk membantu pemilik berkomunikasi dengan anjing apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.
  6. Membuat kotoran berasa tidak enak, dengan cara menambahkan beberapa bahan dalam makanannya agar bau dan rasa kotoran tidak lagi enak sehingga anjing akan otomatis menjauhinya. Labu, nanas, atau produk Stool Detergent Supplement beberapa contohnya.

Posting Komentar