Vaksinasi pada Hewan Kesayangan Part II (Dog)

Pada artikel “Vaksinasi pada Hewan Kesayangan Part I”, kita sudah membahas tentang vaksin pada kucing. Pada subjek kali ini kita akan lebih mendalami tentang manfaat, kepentingan dan efek samping vaksinasi pada anjing, terutama penyakit-penyakit di dalamnya yang dapat ditularkan ke manusia, seperti rabies dan leptospirosis.

vaksinasi pada anjing

“Kenapa anjing saya butuh vaksin?”

Dengan memberikan vaksin bagi anjing Anda, Anda setidaknya telah memberikan anjing Anda kehidupan yang lebih sehat dan usia yang lebih panjang. Vaksinasi terhadap anjing, utamanya rabies, telah sangat membantu banyak penurunan wabah rabies yang tidak hanya berdampak pada anjing tapi juga makhluk berdarah panas lainnya, termasuk pula manusia.

Tidak semua penyakit harus divaksinkan kepada anjing Anda. Penting untuk owner dan dokter hewan untuk berdiskusi mengenai protocol vaksin yang tepat disesuaikan dengan kondisi lingkungan, umur, sejarah medis, serta travelling habit anjing Anda.

Vaksin sendiri dibagi tiga berdasar kepentingannya, yakni core, noncore dan nonrecommended vaksin. Core vaksin bersifat sangat penting untuk semua anjing karena penyakitnya sangat mudah menular antar anjing, onsetnya cepat dan parah, serta bisa ditularkan ke manusia. Contoh core vaksin adalah canine parvovirus, distemper, canine hepatitis dan rabies.

Non core vaksin adalah vaksin yang dibutuhkan berdasarkan lokasi geografis, lingkungan tempat tinggal maupun gaya hidup yang membawa anjing terhadap risiko paparan infeksi tertentu. Contoh non core yakni Bordetella bronchiseptica, Borrelia burgdorferi dan Leptospira bacteria serta canine parainfluenza

Non recommended vaksin adalah vaksin yang jarang direkomendasikan oleh dokter hewan dan tidak terlalu efektif. Misal canine coronavirus, canine adenovirus-1, vaksin Giardia dan rattlesnake envenomation.

“Penyakit apa saja yang terdapat dalam vaksin?”

Berikut ini adalah mayoritas penyakit yang terkandung dalam vaksin yang beredar di Indonesia :
  1. Rabies Virus
    Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.
  2. Parvovirus
    Penyakit gastro enteritis yang sangat muntah menular dan bersifat mematikan. Gejala utama berupa lemas, tidak nafsu makan, muntah dan diare berdarah.
  3. Distemper
    Penyakit menular dengan tingkat kematian tinggi setelah parvo,disertai gejala utama yakni konjungtivitis, kejang-kejang dan kerusakan saraf.
  4. Canine Hepatitis
    Penyakit yang dapat menimbulkan kematian mendadak terutama pada anak anjing dengan gejala seperti diare, demam, tidak nafsu makan, dan pendarahan.
  5. Leptospirosis
    Infeksi bakteri berbentuk spiral yang menyebar keseluruh tubuh, terutama menetap di ginjal kemudian bermultiplikasi dan menyebar melalui urine. Bakteri Leptospira dapat ditularkan ke manusia maupun hewan lain melalui air atau makanan yang tercemar bakteri ini. Anak kecil sangat rentan tertular bakteri Leptospira.
  6. Canine parainfluenza virus
    Penyakit pernapasan yang amat mudah menular dengan gejala seperti meler, demam, batuk dan tidak nafsu makan. Virus ini menyebar dengan cepat terutama di kennel atau tempat shelter anjing.
  7. Bordetella broncoseptica (Kennel Cough), canine adenovirus, coronavirus dan Microsporum canis.

“Berapa jangka waktu pemberian vaksin?”

Apabila indukan anjing dalam keadaan sehat, anak anjing akan menerima maternal antibody dari air susu induknya. Puppy dapat memulai program vaksin mulai dari umur 6-8 minggu, selanjutnya 2-6 minggu kemudian dapat dilakukan booster sebanyak 2-3 kali, tergantung jenis vaksin yang digunakan oleh dokter hewan Anda.

Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), anjing yang jarang terpapar penyakit tidak harus menjalani booster tiap 1 tahun untuk beberapa penyakit. Namun rekomendasi tersebut didasarkan oleh banyak factor, antara lain umur, ras, status kesehatan, risiko paparan penyakit, tipe vaksin, dan lingkungan dimana anjing tinggal. Penting untuk memantau jadwal vaksinasi anjing dan memastikan anjing Anda tetap dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit.

“Adakah efek samping pasca pemberian vaksin pada anjing saya?”

Vaksinasi bersifat menstimulasi system imun tubuh hewan untuk memproteksi tubuhnya dari penyakit infeksius. Stimulasi ini dapat mengakibatkan beberapa gejala ringan, seperti rasa sakit pada area suntikan, demam maupun alergi. Pada umumnya reaksi efek samping yang ditimbukan amat jarang terjadi pada kebanyakan anjing.

Semoga artikel kami tentang vaksinasi pada anjing diatas bisa berguna dan bermanfaat bagi Anda. Selain vaksin, ada beberapa tips yang telah kami tulis misalnya mengatasi kucing yang stress, fakta dibalik kucing dan susu, vaksinasi pada kucing dan artikel-artikel menarik lainnya.
Komentar baru tidak diizinkan.