Siklus Reproduksi pada Kucing Betina

Birahi

Berbeda dengan manusia yang memproduksi telur secara teratur, indung telur kucing betina hanya melepaskan telurnya ketika kucing mengalami kopulasi atau perkawinan saja (non-spontaneous ovulation) sehingga kucing betina tidak mengalami masa menstruasi (proses peluruhan peluruhan dinding rahim disertai robeknya pembuluh darah).

Kucing Betina

Kucing betina mengalami dewasa kelamin dimulai pada usia 6-8 bulan, disebut dewasa kelamin ketika kucing betina mulai mengalami birahi. Siklus birahi (estrus) adalah siklus reproduksi teratur yang dialami oleh hewan betina. Siklus birahi memiliki 4 fase yaitu fase proestrus, fase estrus, fase disestrus, dan fase anestrus.

Reproduksi Kucing

Kucing betina memasuki fase proestrus jika kucing terlihat gelisah, vagina terlihat memerah, lembab dan sedikit bengkak yang disertai pula peningkatan nafsu makan. Pada fase ini kucing sudah memasuki masa heat, dimana kucing jantan mulai tertarik mengawini namun kucing betina masih menolak. Proestrus terjadi selama 1-2 hari.

Kucing Betina dan Jantan

Fase kedua adalah fase estrus atau umum disebut fase birahi, dimasa terjadinya proses reproduksi seksual. Kucing betina telah siap “menerima” kucing jantan. Periode ini terjadi 4-10 hari. Kucing betina umumnya memperlihatkan sifat yang lebih manja, suka bergulung-gulung dan menggosok-gosokkan bagian tubuh ke tembok atau kaki pemilik, suara terdengar lebih melengking, dan suka mengangkat ekor ke satu sisi tubuh. Namun demikian, masing-masing individu dapat menunjukkan gejala birahi yang berbeda-beda. Fase proestrus dan estrus umumnya sulit dibedakan secara jelas.

Setelah masa birahi berakhir, kucing betina akan memasuki fase diestrus atau masa tidak ingin dikawini, fase ini berlangsung selama 1-2 minggu. Kucing betina akan terlihat secara agresif menolak untuk dikawini. Jika setelah masa ini berakhir namun tidak terjadi kehamilan, kucing akan kembali pada fase awal yaitu fase proestrus.

Kucing dan Kitten
Fase yang terakhir adalah fase anestrus yang sering disebut sebagai musim non-breeding. Salah satu faktor penting dari birahi adalah tersedianya sinar matahari dan suhu lingkungan yang cukup. Di negara yang memiliki 4 musim, biasanya masa kawin terjadi pada bulan dimana tersedia sinar matahari yang cukup, umumnya terjadi pada bulan januari – september. Di Indonesia dimana matahari bersinar cukup teratur, fase anestrus jarang bisa diamati.

Kehamilan

Kehamilan pada kucing berlangsung selama 63 hari (61-69 hari). Jarak satu kehamilan dengan kehamilan selanjutnya adalah 8 minggu. Dalam satu kehamilan, rata-rata 5 kitten dilahirkan.

Kehamilan semu

Pseudo-pregnancy atau kehamilan semu dapat terjadi pada kucing, walaupun jarang ditemukan dan tidak sesering dijumpai seperti pada anjing. Pada kehamilan semu, kucing menunjukkan tanda - tanda umum seperti yang dijumpai pada pada kucing hamil seperti muncul gejala muntah, nafsu makan menurun, payudara membesar, serta perut membesar, namun ketika dilakukan pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada fetus dalam rahim.

Penyebab dari kehamilan semu belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan karena kucing mengalami ketidak-seimbangan hormon (progesteron dan prolaktin). Sumber lain lain mengatakan bahwa hal ini terjadi karena kucing betina yang melakukan mating dengan kucing jantan steril sehingga memicu indung telur untuk melepaskan telur yang pada akhirnya tidak dibuahi. Kehamilan semu dapat berlangsung antara 1 – 2 bulan.

Kontrol Birahi

Terdapat dua jenis kontrol birahi yang dikenal :
  • Irreversible : Untuk membuat birahi tidak kembali serta mencegah kucing betina dari kehamilan secara permanent dapat dilakukan tindakan steril / ovariohysterectomy yaitu prosedur pengambilan ovarium, tuba falopii dan uterus. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang steril / ovariohysterectomy, silahkan langsung klik artikel kami : Pro-Kontra Sterilisasi dan Kastrasi pada Hewan Kesayangan
  • Reversible : Untuk membuat birahi tidak kembali serta mencegah kucing betina dari kehamilan secara sementara dilakukan dengan cara pemberian hormon progesteron. Hormon ini biasanya ditemui pada sediaan KB pada manusia. Dengan cara ini kucing betina tidak akan mendapatkan masa birahinya selama 6 bulan. Walaupun terkesan lebih mudah dilakukan, namun pengulangan pemberian hormon progesteron tidak dianjurkan karena akan memperbesar resiko pyometra pada kucing betina.
Untuk pilihan kontrol birahi yang terbaik bagi kucing kesayangan, konsultasikan langsung pada dokter hewan keluarga Anda.

Apakah anda masih memiliki pertanyaan yang belum tuntas terjawab tentang siklus reproduksi kucing, masa birahi, behaviour selama birahi, atau masalah pada kehamilan kucing? Silahkan langsung hubungi hotline kami

Pin : 581D8E00. Telp & SMS : 085607905880, 081357447260. Serta jangan lupa kunjungi halaman Facebook dan Instagram kami

Poskan Komentar